Hidup tak ubahnya seperti permainan catur. Ada langkah-langkah dan tujuan yang harus dijalani. Adakalanya menang, ada pula saatnya harus menerima kekalahan.
Tiap diri punya tugas dan kewajiban sesuai peran yang diembannya. Jika salah atau keluar jalur yang seharusnya, maka resiko pasti akan menanti. Entah itu hanya sekedar peringatan kecil, atau mungkin bahkan hukuman berat…mati.
Dibalik peran itu semua, ternyata ada dua pengendali utama. Si Putih dan Si Hitam. Berdua mereka mengatur dan menjalankan setiap langkah kita sebagai buah catur. Yah…hidup memang tak ubahnya hanya seperti permainan catur.
Ketika datang suatu kemenangan, maka akan diikuti pula oleh sebuah kekalahan. Begitulah hidup ini terus berlangsung, sampai salah satu pihak benar-benar sudah tak berkutik lagi. Tapi apakah hidup itu akan berhenti hanya sampai disitu saja…? Oh…tentunya tidak demikian aturan permainannya.
Kehidupan memang ada batas waktunya, dan akan berakhir pada saat yang telah ditentukan. Namun kehidupan itu akan terus berlanjut, sesuai dengan keinginan Sang Hidup itu sendiri. Hidup bersifat abadi, maka kehidupan pun akan abadi bersama Hidup itu sendiri.
Hidup tak akan pernah musnah, hanya berubah wujud dan sifatnya saja. Inilah yang disebut…kekekalan hidup. Dan karena kehidupan itu berasal dari hidup, maka sifat kehidupan itu pun akan abadi pula. Yang berakhir dari kehidupan, hanyalah bungkus kehidupannya. Sedangkan hidup sebagai pencipta kehidupan, selalu kekal dan abadi.
Satu kehidupan musnah, pasti selalu muncul kehidupan yang baru lagi. Dan hidup itu…tak ubahnya seperti permainan di atas papan catur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar